Thursday, March 21, 2019

group project



Group Project 2019


Masa yang terlihat dahulu menjadi nyata. Ya, dahulu saya melihat senior yang tiba-tiba menghilang dari peredaran kampus sekitar. Biasanya kami selalu bersua dengan senior walaupun beda gedung kuliah, namun untuk kesekian hari kami tak menjumpainya. Ternyata ada sebuah tanggung jawab yang harus diselesaikan pada semester genap tingkat tiga ini yang dinamakan “group project”. Kalau prodi manajemen konstruksi melakukan pra proyek dengan konsultan, prodi perancangan jalan jembatan melakukan PKL dengan proyek real, kami, prodi perencanaan irigasi dan rawa melaksanakan group project (GP) dengan imajiner logika. GP ini hampir bisa disamakan dengan KKN, namun beda haluan. GP ikut melibatkan masyarakat, dan ketua wilayah setempat (ketua rt/wali jorong/wali nagari,dll). Kami harus bersosialisasi dulu dengan warga setempat untuk menanyakan sungai yang masuk kriteria untuk dibangun bendung yang akan dialirkan ke irigasi untuk sawah sekitar (imajiner ya...alias pura-pura bangun bendung pdahal enggak, tapi harus betul perhitungannya dari awal) :D setelah yakin dengan pilihan lokasi maka langkah selanjutnya adalah bertemu dengan ketua wilayah setempat dengan maksud menyampaikan tujuan GP dan meminta izin serta pengarahan. Kalau bisa, tempat tinggal untuk GP itu adalah rumah teman atau family dari teman kamu ya! karena itu sangat membantu, kalau tidak ada, ya...harus pandai-pandai sama warga sekitar.


***

Ok..Let’s go to read my stories
Pemilihan kriteria GP ada di panduan yang diberikan oleh KAProdi, salah satunya adalah lebar sungai minimal 15m dan harus ada sisi/bahu sungai serta profil sungai yang lurus sepanjang 100m (200m kalau di KP irigasi) gunanya untuk posisi bendung, karena bendung harus berada pada posisi yang lurus di sungai, tidak boleh di patahan atau lekukan sungai. 

Akhirnya, kami dari kelompok 5 memilih lokasi di Kabupaten Solok dengan segala masukan dan arahan dari pembimbing. Kami beranggotakan 4 orang, 2 perempuan dan 2 laki-laki. Setiap kelompok diberi asisten yaitu senior yang sudah dulu merasakan GP. Kami menghabiskan waktu dua hari untuk mengambil data (survey dan pemetaan). Dengan memaksimalkan waktu dan alat pinjaman dari kampus, kami ambil data pengukuran yang pernah kami pelajari di semester sebelumnya. Sungguh, tanggung jawab alat adalah hal yang paling memberatkan karena seluruh peralatan pinjaman dari laboratorium kampus tidaklah murah harganya. Samapi-sampai ada yang mengatakan, kalau ada warga sekitar yang mencurigakan atau membawa pisau dan mengejar kita, maka kita harus menyelamatkan alat dulu (wkwkw seharusnya self safety first yaa). Tapi apalah daya kami, mahasiswa rantau yang kesehariannya penuh dengan penghematan bahkan ada yang rela “mengurangi” porsi gizi untuk menghemat pengeluaran. Harga semua alat itu very fantastic dan kamu pasti tidak sanggup menggantinya. Begini nih penampakan alat-alat yang digunakan dalam GP:



Selama GP kami banyak mendapatkan pengalaman. Ada suka dan duka tapi banyak suka nya, salah satunya ada kejadian kocak saat pengambilan data. Ketika kami mengukur didekat lokasi pemukiman warga, ada anak-anak kecil yang mendekat dan memperhatikan kami. Ketika mengukur jangan terlalu serius dan tegang yooo...jadilah asisten kami yang memulai kekonyolan. Kakak itu mulai menyapa anak-anak dan mempersilakan mereka untuk berbaris dan bergaya di depan kamera (padahal theodolit =_=” ). Dengan segala keluguannya mereka menuruti perkataan senior kami. Bagi adik2 yang akan GP tahun esok, jangan ditiru ya :D. Si kakak bilang kalau dia bahagia membuat orang lain bahagia, ingin melihat semua anak-anak tersenyum lepas tanpa ada beban yang terlihat pada wajahnya yang polos, eh..curhat apa.


theodolit


Ok, sekian dulu cerita akhwat engineer kali ini. Saat nya mengolah data dan menata masa depan. Bendung aja direncanakan apalagi masa depan....

Mata ashita ^^

No comments:

Post a Comment