KEYAKINAN
Bismillahirrahmanirrahim…
Segala sesuatu yang terjadi pasti
ada pelajaran yang bisa dipetik, semua adalah proses sampai kita benar-benar
menyadari bahwa manusia adalah makhluk pembelajar yang tak pernah puas dan
selalu mencari lebih. Kehidupan ini hanya sekali dan carilah apa yang bisa
membawa kita selamat dan damai. Semua dapat dilalui dengan adanya keyakinan. Berbicara
perihal keyakinan, saya akan mengutip perkataan salah satu budayawan yaitu
bapak Sujiwo Tejo, beliau mengatakan bahwa “menghina tuhan itu nggak harus
menginjak-injak al quran, nggak harus injak-injak injil, nggak harus mainin
nama nabinya tapi besok kita khawatir nggak makan, besok kita khawatir nggak
punya jodoh, besok kita khawatir skripsi nggak selesai, itu sudah menghina
tuhan.”
Nah dari perkataan budayawan diatas kita
bisa merenungi apakah kita termasuk orang tersebut? Keyakinan adalah perihal
berserah diri dan bergantung atas apa yang sudah ditetapkan-Nya. Saya jadi
teringat dengan obrolan bersama tamu yang datang ke kos tempo hari lalu. Mereka
datang di pagi menjelang siang ke kos saya dan memulai pembicaraan mengenai
keyakinan. Berikut perbincangan kami, saya disimbolkan (S) dan mereka penganut
saksi yehua disimbolkan dengan (Y).
Y: Selamat siang mba, apakah kami
boleh bertamu dan berbincang sebentar?
S: Ya, selamat siang mba, hmmm…Maaf
mba saya bukan asli sini, saya anak kos disini dan sekarang kondisi kos nya
lagi kosong. Mba dari mana dan apa tujuan nya ya? (dalam hati agak was-was sih karena
saya lagi buka laptop di ruang tamu kos dan hanya saya yang berada di kos)
Y: Kami dari saksi yehua dan senang bersosialisasi
dengan mesyarakat sekitar. Ooo jadi bukan asli sini yaa mba?
S: iya mba, hhmmm...oke mari masuk dulu
mba silakan duduk.
Y: iya terima kasih ya mba,
perkenalkan saya Yuni, ini Tari dan itu Evelyn. Kami dari saksi yehua,
sebelumnya apakah mba mengenal saksi yehua?
S: saya baru dengar itu sekarang
mba, apa saksi yehua itu mba?
Y: jadi saksi yehua ini adalah
keyakinan namun berbeda dengan Kristen lain nya. Kami tidak menyembah yesus,
kami tidak mengenal salib, kami tidak merayakan natal; tahun baru; ulang tahun
dan perayaan lainnya yang tidak ada dalam kitab kami.
S: oooh jadi beda ya sama yang kebanyakan
itu mba?
Y: beda mba. Oh ya mba selama ini apa
yang dirasakan dalam kehidupannya dengan kondisi saat ini, apakah merasakan
tertekan dengan masalah kehidupan atau bagaimana?
S: Hhhmm tentang kondisi sekarang
yaa mungkin mba juga bisa merasakannya dan melihat di lingkungan kita. Banyak
yang bisa melaluinya dan banyak juga yang tertekan hingga mengakhiri hidupnya.
Apalagi sejak wabah covid-19 ini ya mba. Kalau dari saya pribadi, alhamdulillah
masih bisa bertahan dan menyadarkan diri kembali saat lagi down mba.
Y: wahh bener banget nih mba. Mba
nya pernah down seperti apaya mba dan bagaimana cara amba mengatasinya?
S: saya pernah down setelah lulus
kuliah disaat covid. Ada banyak teman saya yang sudah mendapat pekerjaan dan
pastinya itu dibantu dengan link dari keluarga mereka. Saya sempat terpuruk
dikala itu namun karena saya sering scroll handphone dan menemukan ceramah atau
kata-kata yang mampu membuat saya bangkit kembali. Kalau kita yakin dan
berpegang teguh dengan keimanan kita, insya allah hidup akan damai.
Y: wahh sepertinya mba nya ini taat
ya…hebat banget bisa jauh dari orangtua dan bertahan dengan keadaan seperti
ini.
S: aamiin..semoga y mba. Ya dalam
agama saya, kita nggak boleh khawatir dengan apa yang sudah ditetapkan. Bahkan Allah
sudah mengatur takdir kita 50.000 tahun sebelum langit dan bumi diciptakan.
Jadi buat apa kita khawatir dengan apa yang sudah digariskan pada diri kita.
Y: betul banget mba… oh y amba saya
boleh berbagi kalimat penggungah semangat ngga mba dan ini kalimat yang buat
saya bisa menghadapi kehidupan saya.
S: ya silahkan mba.
Y: jadi dalam kitab saya ada kalimat
ini mba, janganlah kamu mengkawatirkan apa yang terjadi sekarang karena kamu
akan mengkhawatirkan yang terjadi di esok hari. nah menurut mba kalimat ini
gimana?
S: iya emang betul mba. Di agama
saya juga Allah mengatakan pada orang bersedih dan berputus asa, “janganlah
bersedih, aku bersamamu. Dibalik kesulitan ada kemudahan. Ketahuilah bahwa aku
dekat denganmu.” Jadi ngga ada yang perlu dicemaskan mba, kita harus menjalani
kehidupan ini sesuai dengan pedoman. Oh ya mba, kalimat yang itu dari kitab
yang mana ya, barnabas, ganjil atau yang mana?
Y: wah mba juga hafal kitab kami ya?
Bukan mba ini perkataan dari nabi kami nabi Isa. Mba juga percaya nabi Isa kan?
S: Ya, saya percaya karena beliau
juga nabi kami namun kami tidak menuhankan nya. Kalau mba percaya dengan nabi Muhammad
tidak?
Y: kalau nabi Muhammad kami tidak
percaya karena tidak ada dalam kitab kami mba. Kami percaya dengan nabi daud,
nabi musa, nabi Yohannes. Semua nabi yang disebutkan dalam kitab kami. Mba kok
bisa tau kitab kami mba?
S: oohh begitu ya mba. Saya memang
suka membaca mba, dan beberapa buku itu ada yang mengutip isi kitab mba. Berarti
mba mempercayai bahwa kelak nabi isa akan kembali ke bumi sebagai juru selamat?
Lalu apakah mba menyembah tiga tuhan?
Y: iyaa mba kami percaya bahwa nabi
isa akan kembali dan menyelamatkan kami, kok omongan mba benar semua ya? Kami hanya
menyembah satu tuhan mba dan kami tidak berdoa kepada patung, kami tidak ke
gereja dan kami tidak natalan.
S: dalam agama saya semuanya sudah
dijelaskan mba, termasuk nabi isa akan kembali ke dunia dan akan menyelamatkan
manusia yang tersesat. Dahulu nabi isa tidak disalib melainkan orang lain yang
berkhianat dan wajahnya dirubah menyerupai nabi isa sehingga disalib. Nabi isa,
allah selamatkan dan kelak akan menyelamatkan manusia yang kembali sesat di
akhir zaman bahkan nabi isa esok yang akan mematahkan salib dan menegakkan
kebenaran.
Y: bener mba, kami percaya bahwa
beliau akan datang menyelamatkan kami. Oh ya mba mau melanjutkan aktifitasnya
ya… maaf kami mengganggu waktu mba, semoga kita bisa ngobrol lagi di lain waktu
yaa mba. Ini kami mau meberi kartu ke mba didalamnya ada situs artikel mengenai
kehidupan kita mba dan semua pertanyaan kehidupan ada di dalamnya mba.
S: oh ya mba, nanti kalau ada waktu
saya kunjungi ya mba. Iya sama-sama mba.
Akhirnya percakapan itu selesai dan
dugaan saya terjawab. Ternyata mereka melakukan itu karena ingin mencontoh nabi
nya dahulu seperti itu juga. Kalau dalam islam berdakwah namanya. Dilain sisi
saya salut dengan mereka mau dan berani untuk melakukan hal tersebut, sedangkan
kita, membagikan postingan agama yang bermanfaat saja ragu dan takut di cap sok
alim. Mereka masih mematuhi ajaran kitabnya dan kita malah meletakkan kitab
suci dirumah tanpa dibaca dan dipahami artinya? Memang tak semua orang baik,
termasuk diri ini, namun apakah kita akan membiarkan diri kita jauh dari agama?
Semua bentuk keyakinan akan
dipertanggung jawabkan kelak. Apa yang membuatmu bertahan dan apa saja hal yang
kita lakukan, semua akan diminta pertanggung jawabannya kelak. Semoga tulisan
ini bermanfaat, terima kasih sudah membaca dan bisa meninggalkan pesan jika ada
yang ingin berbagi 😊

MasyaAllah, kisah yang inspiratif dan menggugah jiwa. Salut buat kedua tokok di kisah ini ( ͡ ͜ʖ ͡ )
ReplyDelete