Monday, December 12, 2022

Keyakinan


 

KEYAKINAN

 

Bismillahirrahmanirrahim…

Segala sesuatu yang terjadi pasti ada pelajaran yang bisa dipetik, semua adalah proses sampai kita benar-benar menyadari bahwa manusia adalah makhluk pembelajar yang tak pernah puas dan selalu mencari lebih. Kehidupan ini hanya sekali dan carilah apa yang bisa membawa kita selamat dan damai. Semua dapat dilalui dengan adanya keyakinan. Berbicara perihal keyakinan, saya akan mengutip perkataan salah satu budayawan yaitu bapak Sujiwo Tejo, beliau mengatakan bahwa “menghina tuhan itu nggak harus menginjak-injak al quran, nggak harus injak-injak injil, nggak harus mainin nama nabinya tapi besok kita khawatir nggak makan, besok kita khawatir nggak punya jodoh, besok kita khawatir skripsi nggak selesai, itu sudah menghina tuhan.”

Nah dari perkataan budayawan diatas kita bisa merenungi apakah kita termasuk orang tersebut? Keyakinan adalah perihal berserah diri dan bergantung atas apa yang sudah ditetapkan-Nya. Saya jadi teringat dengan obrolan bersama tamu yang datang ke kos tempo hari lalu. Mereka datang di pagi menjelang siang ke kos saya dan memulai pembicaraan mengenai keyakinan. Berikut perbincangan kami, saya disimbolkan (S) dan mereka penganut saksi yehua disimbolkan dengan (Y).

Y: Selamat siang mba, apakah kami boleh bertamu dan berbincang sebentar?

S: Ya, selamat siang mba, hmmm…Maaf mba saya bukan asli sini, saya anak kos disini dan sekarang kondisi kos nya lagi kosong. Mba dari mana dan apa tujuan nya ya? (dalam hati agak was-was sih karena saya lagi buka laptop di ruang tamu kos dan hanya saya yang berada di kos)

Y: Kami dari saksi yehua dan senang bersosialisasi dengan mesyarakat sekitar. Ooo jadi bukan asli sini yaa mba?

S: iya mba, hhmmm...oke mari masuk dulu mba silakan duduk.

Y: iya terima kasih ya mba, perkenalkan saya Yuni, ini Tari dan itu Evelyn. Kami dari saksi yehua, sebelumnya apakah mba mengenal saksi yehua?

S: saya baru dengar itu sekarang mba, apa saksi yehua itu mba?

Y: jadi saksi yehua ini adalah keyakinan namun berbeda dengan Kristen lain nya. Kami tidak menyembah yesus, kami tidak mengenal salib, kami tidak merayakan natal; tahun baru; ulang tahun dan perayaan lainnya yang tidak ada dalam kitab kami.

S: oooh jadi beda ya sama yang kebanyakan itu mba?

Y: beda mba. Oh ya mba selama ini apa yang dirasakan dalam kehidupannya dengan kondisi saat ini, apakah merasakan tertekan dengan masalah kehidupan atau bagaimana?

S: Hhhmm tentang kondisi sekarang yaa mungkin mba juga bisa merasakannya dan melihat di lingkungan kita. Banyak yang bisa melaluinya dan banyak juga yang tertekan hingga mengakhiri hidupnya. Apalagi sejak wabah covid-19 ini ya mba. Kalau dari saya pribadi, alhamdulillah masih bisa bertahan dan menyadarkan diri kembali saat lagi down mba.

Y: wahh bener banget nih mba. Mba nya pernah down seperti apaya mba dan bagaimana cara amba mengatasinya?

S: saya pernah down setelah lulus kuliah disaat covid. Ada banyak teman saya yang sudah mendapat pekerjaan dan pastinya itu dibantu dengan link dari keluarga mereka. Saya sempat terpuruk dikala itu namun karena saya sering scroll handphone dan menemukan ceramah atau kata-kata yang mampu membuat saya bangkit kembali. Kalau kita yakin dan berpegang teguh dengan keimanan kita, insya allah hidup akan damai.

Y: wahh sepertinya mba nya ini taat ya…hebat banget bisa jauh dari orangtua dan bertahan dengan keadaan seperti ini.

S: aamiin..semoga y mba. Ya dalam agama saya, kita nggak boleh khawatir dengan apa yang sudah ditetapkan. Bahkan Allah sudah mengatur takdir kita 50.000 tahun sebelum langit dan bumi diciptakan. Jadi buat apa kita khawatir dengan apa yang sudah digariskan pada diri kita.

Y: betul banget mba… oh y amba saya boleh berbagi kalimat penggungah semangat ngga mba dan ini kalimat yang buat saya bisa menghadapi kehidupan saya.

S: ya silahkan mba.

Y: jadi dalam kitab saya ada kalimat ini mba, janganlah kamu mengkawatirkan apa yang terjadi sekarang karena kamu akan mengkhawatirkan yang terjadi di esok hari. nah menurut mba kalimat ini gimana?

S: iya emang betul mba. Di agama saya juga Allah mengatakan pada orang bersedih dan berputus asa, “janganlah bersedih, aku bersamamu. Dibalik kesulitan ada kemudahan. Ketahuilah bahwa aku dekat denganmu.” Jadi ngga ada yang perlu dicemaskan mba, kita harus menjalani kehidupan ini sesuai dengan pedoman. Oh ya mba, kalimat yang itu dari kitab yang mana ya, barnabas, ganjil atau yang mana?

Y: wah mba juga hafal kitab kami ya? Bukan mba ini perkataan dari nabi kami nabi Isa. Mba juga percaya nabi Isa kan?

S: Ya, saya percaya karena beliau juga nabi kami namun kami tidak menuhankan nya. Kalau mba percaya dengan nabi Muhammad tidak?

Y: kalau nabi Muhammad kami tidak percaya karena tidak ada dalam kitab kami mba. Kami percaya dengan nabi daud, nabi musa, nabi Yohannes. Semua nabi yang disebutkan dalam kitab kami. Mba kok bisa tau kitab kami mba?

S: oohh begitu ya mba. Saya memang suka membaca mba, dan beberapa buku itu ada yang mengutip isi kitab mba. Berarti mba mempercayai bahwa kelak nabi isa akan kembali ke bumi sebagai juru selamat? Lalu apakah mba menyembah tiga tuhan?

Y: iyaa mba kami percaya bahwa nabi isa akan kembali dan menyelamatkan kami, kok omongan mba benar semua ya? Kami hanya menyembah satu tuhan mba dan kami tidak berdoa kepada patung, kami tidak ke gereja dan kami tidak natalan.

S: dalam agama saya semuanya sudah dijelaskan mba, termasuk nabi isa akan kembali ke dunia dan akan menyelamatkan manusia yang tersesat. Dahulu nabi isa tidak disalib melainkan orang lain yang berkhianat dan wajahnya dirubah menyerupai nabi isa sehingga disalib. Nabi isa, allah selamatkan dan kelak akan menyelamatkan manusia yang kembali sesat di akhir zaman bahkan nabi isa esok yang akan mematahkan salib dan menegakkan kebenaran.

Y: bener mba, kami percaya bahwa beliau akan datang menyelamatkan kami. Oh ya mba mau melanjutkan aktifitasnya ya… maaf kami mengganggu waktu mba, semoga kita bisa ngobrol lagi di lain waktu yaa mba. Ini kami mau meberi kartu ke mba didalamnya ada situs artikel mengenai kehidupan kita mba dan semua pertanyaan kehidupan ada di dalamnya mba.

S: oh ya mba, nanti kalau ada waktu saya kunjungi ya mba. Iya sama-sama mba.

 

Akhirnya percakapan itu selesai dan dugaan saya terjawab. Ternyata mereka melakukan itu karena ingin mencontoh nabi nya dahulu seperti itu juga. Kalau dalam islam berdakwah namanya. Dilain sisi saya salut dengan mereka mau dan berani untuk melakukan hal tersebut, sedangkan kita, membagikan postingan agama yang bermanfaat saja ragu dan takut di cap sok alim. Mereka masih mematuhi ajaran kitabnya dan kita malah meletakkan kitab suci dirumah tanpa dibaca dan dipahami artinya? Memang tak semua orang baik, termasuk diri ini, namun apakah kita akan membiarkan diri kita jauh dari agama?

Semua bentuk keyakinan akan dipertanggung jawabkan kelak. Apa yang membuatmu bertahan dan apa saja hal yang kita lakukan, semua akan diminta pertanggung jawabannya kelak. Semoga tulisan ini bermanfaat, terima kasih sudah membaca dan bisa meninggalkan pesan jika ada yang ingin berbagi 😊

 

1 comment:

  1. MasyaAllah, kisah yang inspiratif dan menggugah jiwa. Salut buat kedua tokok di kisah ini ( ͡ ͜ʖ ͡ )

    ReplyDelete