Annisa'
Apa kabar perempuan tangguh?
Semoga Allah selalu memberikan kekuatan dan ke-istiqamahan kepada kita semua dalam menjalani kehidupan ini.
Bicara tentang perempuan, apa yang ada dalam pikiranmu?
ribet, pemalu, perasa, perhitungan, manja, dan masih banyak lagi.
Perempuan dalam bahasa arabnya adalah annisa. Saudara perempuan adalah Ukhti dan jamak dari para perempuan adalah akhwat.
Perempuan memang ditakdirkan spesial. Sesuatu yang spesial harus didapatkan dan diperjuangkan dengan baik pula. Bukan sekedar diberi coklat, diajak jalan dan mau diapa-apakan dengan murah. Bagaimana menurut anda tentang permata? permata sangatlah indah, berkilau dan mahal harganya. perempuan juga seperti itu, kewibawaannya membuat orang lain menghargainya dan sesungguhnya budi pekerti itu mahal harganya.
Bahkan dalam islam ada ayat yang menjelaskan detail tentang perempuan dan namanya diabadikan dalam quran. Perempuan yang berpakaian syar'i adalah ratu diantara para bidadari. Berbicara pakaian syar'i, mungkin ada banyak muslimah yang belum memahami dan menjalankannya.
Bagaimana cara berpakaian syar'i?
1. Menutupi seluruh tubuh selain yang dikecualikan
surat an Nuur: 31, menegaskan kewajiban bagi para
wanita mukmin untuk menutup seluruh perhiasan, dari orang-orang yang bukan mahromnya kecuali perhiasan yang biasa nampak.
2. Tidak ketat sehingga menggambarkan bentuk tubuh
2. Tidak ketat sehingga menggambarkan bentuk tubuh
3. Kainnya harus tebal, dan tidak tembus pandang sehingga tidak nampak kulit tubuh.
4. Tidak menyerupai pakaian laki-laki
Ada hadits nih, Dari Ibnu Abbas rodhiyallohu anhu berkata :“Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam melaknat pria yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian pria” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Hakim dan Ahmad dengan sanad shohih)
5. Tidak mencolok dan berwarna yang dapat menarik perhatian
Tapi jangan difahami penjelasan di atas secara dangkal, sehingga
timbul suatu pemahaman bahwa pakaian wanita harus hitam saja sebagaimana
difahami sebagian wanita komitmen.
6. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir
Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam pernah bersabda :
“Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. Abu Daud dan Ahmad dengan sanad shohih)
“Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. Abu Daud dan Ahmad dengan sanad shohih)
7. Bukan pakaian untuk mencari popularitas
Hal ini berdasarkan hadits Ibnu Umar rodhiyallohu anhu yang berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda :
Barang siapa mengenakan pakaian syuhroh (untuk mencari popularitas) di dunia, niscaya Alloh mengenakan pakaian kehinaan kepadanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka. (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah dengan sanad hasan)
Barang siapa mengenakan pakaian syuhroh (untuk mencari popularitas) di dunia, niscaya Alloh mengenakan pakaian kehinaan kepadanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka. (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah dengan sanad hasan)
8. Tidak diberi parfum atau wangi-wangian
Dari Abu musa Al-Asy’ari rodhiyallohu anhu bahwasanya ia berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda :
“Siapapun perempuan yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum laki-laki agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah pezina.” (HR.Tirmidzi, Abu Daud, Ahmad,dll dengan sanad shohih)
“Siapapun perempuan yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum laki-laki agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah pezina.” (HR.Tirmidzi, Abu Daud, Ahmad,dll dengan sanad shohih)
Barangkali ada juga yang bingung dan takut jika melihat orang bercadar. Ketahuilah, mereka yang memakai cadar/niqab ingin melindungi dirinya dari mata yang memandang dan juga membantu para laki-laki dalam menjaga pandangan. Namun sangat disayangkan sekali, dewasa ini fenomena niqaby atau banyak para perempuan yang memakai cadar tapi hanya untuk kepopuleran semata, seperti yang telah disebut diatas. Jika membicarakan cadar, saya teringat cerita seorang ukhty (saudara perempuan) korban gempa di Palu bulan September kemarin. Didapat cerita bahwa perempuan ini sedang berwudhu sebelum gempa mengguncang. Setelah itu gempa datang dan ia belum lengkap memakai pakaian syar'i nya yaitu hijab, niqab, handsock, dan kaus kaki sehingga ia meangambil dan cepat menggunakannya. namun qadarullah, Allah sayang ia dan mengambilnya dalam keadaan berwudhu. Walaupun temannya sudah menarik tangannya untuk keluar dari tempat wudhu namun ia lebih memilih menyempurnakan menutup aurat dahulu.
Dari cerita itu bisa kita ambil hikmahnya. Ada orang di luar sana yang mati-matian mempertahankan hijabnya, namun bagaimana dengan kita?
semoga allah senantiasa memberikan taufik dan hidayahnya serta meng-istiqamahkan kita, aamiin.
wallahu a'lam bish showab,,,

No comments:
Post a Comment